Apel Batu

Apel Batu
Apel Batu
Tampilkan postingan dengan label teh hitam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teh hitam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

Gudeg Yogyakarta

Gudeg nangka muda atau tewel khas dari Yogyakarta ini sangat unik, baik warna dan rasanya. Banyak sekali para bunda mencoba mempraktekkan membuat gudeg sendiri karena dirasa gudeg ini lumayan mahal harganya. Harga segitu, dari rumah Gudeg Yu Djum, dibandrol Rp. 65.000 sebesek. Isinya berupa standar, sama seperti Gudeg yang cukup terkenal Bu Tjitro. Ada 4 butir telur bacem, sayur krecek dan sepotong ayam kampung. Mungkin bunda akan berpikir panjang, dengan budget Rp. 65.000 bahkan bisa menyiapkan makan siang dengan hidangan gudeg untuk seluruh anggota keluarga. Ada beberapa trik khusus mengenai cara mengolah gudeg ini. Kalau rasa mungkin bunda sudah bisa memprediksi apa bumbu gudeg, dan bumbu gudeg memang standar. Bumbu lodeh lah yang dipakai. Tentang rasa bisa disesuaikan dengan selera keluarga karena gudeg berasa manis, maka bisa dikurangi sedikit pemakaian gulanya. Untuk warna hitam bisa diperoleh dari air teh. Teh yang dipergunakan bukan yang wangi seperti naga, atau yg sepat seperti bandulan, atah bahkan yang wangi seperti teh tongtji. Teh yang berwarna hitam sangat disarankan. Saat yang tepat untuk memasukkan air teh ini adalah setelah direbus pada rebusan pertama. Air rebusan pertama dibuang dan kemudian masukkan air teh. Anda juga bisa memasukkan bumbu langsung sekaligis bersamaan dengan air teh, tetapi bisa pula direbus terlebih dahulu dengan air teh lalu disarig kembali. Alternatif kedua adalah dengan mempergunakan bumbu keluak. Kalau bumbu ini bisa diulek bersama-sama dengan bumbu lodeh gudeg. Dengan mempergunakan keluak maka akan ada rasa khas seperti rawon pada gudeg bunda.Sayur khas Yogyakarta yang mepergunakan bumbu keluak adalah Brongkos.