Apel Batu

Apel Batu
Apel Batu
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Februari 2012

Sotoji

Malam pukul 9 paket kiriman dari Depok pun datang. Inilah SOTOJI sebuah produk olahan jamur Tiram yang dipadu dengan bihun menjadi sebuah masakan istimewa, Soto bihun jamur Tiram, SOTOJI. 
Karena sudah larut, perutpun sudah nggak mau diisi lagi, kubiarkan sampel-sampel cantik itu di meja. Dan tidurlah aku dengan pulas berpeluk mimpi menyantap SOTOJI. Hmm..slruupph sambil membayangkan besok pagi sarapan Soto Bihun nan lezat berpadu jamur tiram, pasti okay banget.
Pagi-pagi dengan aktifitas rutin, membangunkan anak-anak dan mempersiapkan mereka untuk berangkat ke sekolah, tiba2 aku jadi ingat semalam kuletakkan dimana sampel-sampel cantik SOTOJI. Baru kuingat, ohya..aku langsung menuju meja dan terlihat sampel SOTOJI tinggal satu. OMG!!
Langsung akupun teriak kemana-mana, ini pasti ulah adik-adikku. Maklumlah kalau malam makanan di meja makan sudah banyak berkurang dan mereka asal saja maen ambil sampel SOTOJI di meja. Aku bingung mau marah mau keki gimana lagi, orang sudah dimakan. 
Langsung saja kutanya pada mereka yang masih lagi tidur di depan tv. Rupanya semalam mereka nonton bola dan kulihat ada dua mangkok berserakan lengkap dengan garpu-garpunya. Astagah aku jadi ngerasa kehilangan sesuatu. Hiks..
"Woii..gimana enak yak?? dengan nada sedikit menyindir kutanya mereka yang lagi pada tidur. Kugoyang-goyangkan kakinya supaya melek dan bangun.
"Apa sih mbak, pagi2 dah treak-treak?" jawaban yang enteng sambil mata masih merem.
"Woii..gimana enak yak?? kutanya sekali lagi sambil nguyek-nguyek rambutnya yang dah awut-awutan.
"Eh..iya iya enak..enaakkk sekali! Itutuh jamur tiramnya kranciy.." jawabnya dengan asal. Adikku ingin mengatakan bahwa jamur Tiram SOTOJI ini kriuk-kriuk seperti bawang goreng.
"Anu..ituh..ituh..kuahnya segerrrr.." jawab dia santai lalu melanjutkan tidur kembali.
Hufth..bener-bener nahas deh nasibku ini. Nasip..nasip..!
Entah iya entah tidak kusambar sampel SOTOJI yang tinggal satu. Aha! Baru kutahu ada taburan jamur Tiram khas untuk Soto Bihun ini. Hmmm..aku pun bergumam lirih. 
Oh jadi gambar jamur Tiram yang terpampang ini adalah topping SOTOJI, mirip sekali dengan bawang goreng. Tadinya aku sudah membayangkan makan bihun dengan rasa crunchy khas bawang goreng. 
Nah ternyata rasa crunchy itu berasal dari jamur Tiram sebagai taburan dari Soto Bihun ini.
Wah begitu menggoda dan berselera. Ini terobosan baru berarti. Belum pernah ada makanan instan atau mi dan bihun instan dengan taburan yang berbeda, jamur Tiram. Apalagi jamur tiram ini memiliki nilai gizi yang cukup tinggi sebagai lauk pendamping makanan utama keluarga. Aku salut dengan perpaduan ini.
Akhirnya sample SOTOJI yang tinggal satu itu kumasak dan kehidangkan pada sarapan pagi untuk kedua anakku. 
Dan apa kata mereka, "..enak umi, bikin lagi satu..masak cuma makan separo..aku suka jamurnya" kata Zaki anak tertuaku yang bersekolah di SD kelas III. 
Waduh! Hahaha...gimana nih? Orang udah habis. Beli dimana juga nggak tau. 
"Nanti deh Umi pesan lagi sama om SOTOJI di Depok yah" kujawab enteng. Jujur aku juga nggak tau dimana beli SOTOJI ini di kota Malang yang jauh dari pusat pengolahan Soto Bihun Jamur Tiram, SOTOJI ini. 
Hmm..mudah-mudahan SOTOJI bisa cepat menyebar di Mart, Alfa dll. 
SOTOJI..ditunggu kehadirannya di Malang Jawa Timur (kata Zaki). Hehehe..

Sabtu, 30 April 2011

Peta Soto Nusantara

Soto adalah kuliner khas Indonesia karena hanya bisa ditemukan di Indonesia saja kuah khas ini. Saya ingin menunjukkan peta resep soto di beberapa tempat di Indonesia dimana resep kuah soto pada dasarnya sama. Hanya setiap daerah memiliki kekhasan masing2 sesuai dengan khazanah bumbu dan kearifan lokal budaya. Misalnya saya akan mulai dari
Bandung : Tidak memakai kunyit dan kemiri, maka kuahnya bening. Bahan dasrnya adlaah daging sapi gandik. Tapi tetap memakai jahe sebagai bumbu dasar soto. Tambahannya adalah potongan lobak, taburannya adalah bawang merah goreng dan kedelai goreng. Sambal yang dipakai dalam hal ini adalah potongan cabe rawit hijau dan cuka. Taburan yang lain adalah emping blinjo.
Makassar : Disini namanya unik "Coto" dan bumbu kemirinya diganti dengan kacang tanah. Bahan dasar Coto adalah jerohan sapi. Air kaldu dari kuah Coto ini menggunakan air cucian beras yang terakhir sehingga Coto ini cukup kental. Lontong yang disajikan bersama Coto ini cukup unik. Kecil bentuknya dan berasa gurih karena diberi campuran santan didalamnya.
Lamongan : Soto ini yang paling terkenal dan lezat, sampai mendunia. Bahannya sama saja ternyata, hanya khusus untuk bawang putih digoreng dulu sebelum diulek. Taburannya juga menggunakan bawang putih yang telah dihakuskan. Dan tambahan su'un dan potongan daun bawang juga dimasukkan di soto ini.
Blitar : Lokasinya kaya akan pohon kelapa, jadi Soto Blitar kental dengan santan kelapa. Hanya saja bumbunya kurang banyak. Soto ini mengandalkan kekentalan santannya. Taburannya cukup unik, kelapa lagi. Yaitu kelapa yang masih muda diparut besar2 (sawut) kemudian digoreng cukup kering dan dipakai sebagai taburan.
Pacitan : Beda soto Pacitan dengan soto yang lain adalah taburannya, yaitu kacang tanah goreng. Mungkin karena daerah Pacitan masih sangat subur dan banyak terdapat kacang tanah disana. Bawang merah goreng pasti tak pernah ketinggalan.
Malang : Ada penjual Soto di Malang, beberapa menggunakan taburan kelapa parut yang digoreng. Meskipun bumbunya sama, taburan kelapa parut goreng ini memberikan rasa tersendiri. Dan pasti ada krupuk, orang Malang doyan banget sama krupuk..
Madura : Soto Madura adalah soto yang kadang disajikan kuahnya bersama2 dengan nasi khas Madura "Nasi Bug". Nasi ini disiram kuah soto, dengan sedikit potongan dagingnya, tambahannya adalah potongan telur dadar, potongan jerohan sapi, potongan daging sapi, srundeng dan taburan bawang goreng.
Banjar : Bedanya di bumbunya, ada tambahan cengkeh. Kemudian pendamping soto Banjar adalah perkedel kentang sebesar kelereng. Dan kerupuk yang pasti
Jakarta / Betawi : Soto Betawi sama dengan soto2 yang lain, berbahan dasar ayam. Orang Jakarta suka banget sama emping disetiap masakannya. Maka soto Betawi ini nggak jauh2 dari emping belinjo sebagai pendamping.